Home » Default » Carita Mantan Pemain Judi Bola Dengan Kemenangan Menumpuk

Carita Mantan Pemain Judi Bola Dengan Kemenangan Menumpuk

daftar

Sampai saat ini praktek judi dengan memasang taruhan pada pertandingan sepak bola offline masih tetap eksis di masyarakat walaupun judi online sudah mulai terkikis. Praktik judi offline menjanjikan kemenangan palsu tanpa modal sedikitpun menjadi jebakan bagi para penjudi yang puas.

judi bola

Mantan penjudi, TM, warga Solo, saat berbincang dengan Solopos.com, Rabu (9/9/2020), menceritakan pengalamannya terjerat judi tanah pada awal 2013 silam. Ia mengatakan, saat itu praktik judi online. sudah ada di tempatnya. Namun, tidak sesibuk sekarang karena pengaruh teknologi.

Baca : TARUHAN BOLA SBOBET ONLINE

“Judi tanah tanpa modal, misalnya kalau tidak punya uang pasti akan bertaruh. Bahkan saat saya memulainya, saya masih pelajar yang tidak punya penghasilan. Alhasil, penjudi selalu merugi dan kesulitan membayar kerugian,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa ketika menjadi mahasiswa pada tahun 2015, pengalaman pahitnya muncul kembali setelah absen selama setahun. Tanpa modal, dia bertaruh setiap pertandingan akhir pekan. Dia tidak pernah melewatkan bermain sepak bola selama pertandingan besar seperti Liga Champions.

daftar

Sayangnya, citra uang di usia muda hilang. Bahkan, dia harus menggadaikan sepeda motornya untuk melanjutkan studinya karena dia kalah taruhan selama perjudian sepak bola.

“Pada awalnya, ketika Anda merasa baik, Anda menang. Setelah beberapa saat, Anda menang, Anda menginginkan lebih. Jika kalah, Anda ingin bertaruh lagi untuk menutupi kekalahan Anda sebelumnya.

Ia menambahkan, setiap hari para penjudi akan dikirim ke pasar taruhan. Dia berjudi dengan beberapa teman asrama seolah-olah mereka bersaing untuk mendapatkan uang. Untung saja TM hanya bermain jutaan rupiah, bukan puluhan juta rupiah.

“Banyak teman saya yang mempelajarinya terhalang oleh judi bola. Laptop, motor, uang sekolah hilang. Saya tidak mau seperti rekan-rekan saya sampai akhirnya saya memutuskan untuk berhenti,” terangnya.

Perjudian Online

Seperti opium, penjudi seperti TM tidak langsung berhenti. Smartphone-nya cukup mudah untuk mengakses situs judi online. Terus berpikir positif, dia mengubah perjudian online untuk berhenti berjudi sepenuhnya.

“Judi online harus bermodal, punya uang Rp100.000 itu saja yang bisa. Enggak bisa berjudi seperti judi tanah. Tidak masalah kalau ada yang main hentikan saja. Uang panas ada ditangan setan. Penjudi tidak akan bisa menang, kalau menang itu untuk sementara, ”jelasnya.

Mirip pengalaman TM, pria 29 tahun dari luar Solo berinisial PK menuturkan kisahnya. Beberapa saat yang lalu dia menghentikan judi online sebagai terapi untuk menghentikan judi bola yang telah dipraktekkan selama tujuh tahun.

Alhasil, puluhan juta rupiah berupa uang tunai, sepeda motor, laptop, dan sejumlah barang lainnya digunakan untuk menutupi hutangnya kepada penjamin.

“Entah kenapa, sekarang setiap hari saya terima exchange setiap hari. Mungkin cara trader melakukannya. Kalau main, trader akan menggoda sedemikian rupa. Alasannya bisa bayar nanti atau soft voor alasannya, kata PK.

Menurutnya, spiral perjudian tanah adalah hal yang sadis. Begitu Anda menang, hasilnya bisa bermacam-macam. Namun, setelah hilang, barang tersebut akan diminta untuk dikembalikan bersama barang lainnya.

Hingga akhirnya, pada 2016 ia mengenal judi online. Uang yang dimilikinya digunakan sebagai modal taruhan. Dia memainkan berbagai permainan judi. Dari sepak bola hingga menebak angka, dia mengasah perasaannya. Sekali lagi dia gagal, tetapi akhirnya dia memutuskan untuk berhenti.

“Kalau link tidak diblokir, banyak alternatif link. Tanpa aplikasi hacking, situs judi akan mengirimkan link baru setiap kali login,” imbuhnya.